SAMO TO DAY

Breaking

Rabu, 12 Juni 2013

Taliban penggal dua bocah sebab dituduh mata-mata

Kandahar (SAMO News ) -- Taliban Afghanistan penggal dua bocah umur sepuluh tahun dan 16 tahun lantaran dianggap sebagai mata-mata. Keduanya ditangkap saat mengais-ngais sampah di dekat markas polisi di Kota Kandahar, yang juga menjadi pangkalan militer Barat. Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (11/6), pejabat Pemerintah Provinsi Kandahar kemarin malam mengatakan keduanya dituduh telah menerima makanan dari polisi sebagai ganti atas pemberian informasi. Keduanya kemungkinan dipenggal setelah dinterogasi. Tubuh mereka kemudian ditemukan di Distrik Zhari, Kandahar. Para pejabat setempat mengatakan kedua anak itu sebetulnya sedang mengais-ngais sampah untuk mencari makanan yang dibuang oleh pasukan Barat. Anak sepuluh tahun tidak disebutkan namanya itu dikabarkan sangat miskin dan memang sering mengambil makanan sisa dari polisi yang nantinya akan dia berikan kepada keluarganya. Gubernur Kandahar Toryalay Wessa memerintahkan pasukan keamanan dan polisi agar memburu dan menangkap para militan yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu apa pun caranya dan berapa pun harganya. "Anak-anak itu sedang dalam perjalanan pulang ketika mereka dihentikan oleh pemberontak Taliban yang kemudian memenggal mereka," kata Kepala Distrik Zhari, Jamal Agha. "Keduanya merupakan anak-anak tidak berdosa dan tidak ada hubungannya dengan pemerintah atau pihak asing." Namun, Juru bicara Taliban Qari Yousef Ahmadi membantah tudingan yang dialamatkan ke pihaknya. Dia juga bersikeras kelompoknya tidak memenggal anak siapa pun di daerah itu. Pada 2012, para ekstrimis dituduh memenggal seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dan seorang gadis berusia tujuh tahun di Afghanistan selatan dan timur. Namun, mereka sekali lagi membantah tuduhan itu. Pejuang Taliban dikenal kerap memenggal musuh-musuh mereka, tetapi selalu menolak tudingan mereka juga melakukan serangan itu pada anak-anak. Namun, para pejabat percaya Taliban telah mengeksekusi kedua anak itu sebagai peringatan kepada anak-anak muda agar tidak bekerja sama dengan pasukan koalisi. Berita tentang pemenggalan ini langsung menarik respon besar di media sosial, dengan ribuan ekspresi kemarahan mencuat di Twitter.

Program Nuklir di Iran Tak Akan Berubah Pasca Pemilu


Tehran (SAMO News) -- Bersamaan dengan persiapan pemilihan presiden di Iran minggu ini, pembicaraan-pembicaraan dengan Barat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai isu nuklir telah macet. Para analis merasa skeptis presiden baru nantinya akan membuat perubahan. Jim Walsh, ahli program nuklir Iran dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), mengatakan kepemimpinan Iran ternyata terbagi dalam isu nuklir ini. “Direktur untuk Intelijen Nasional [James Clapper], petugas intelijen dengan jabatan tertinggi pada pemerintahan AS, telah bersaksi tahun ini bahwa Iran belum memutuskan untuk membuat bom," ujar Walsh. "Sekarang, mereka ingin memiliki kemampuan -- mereka memiliki kapabilitas dasar untuk membuat mesin sentrifugal -- namun mereka belum membuat keputusan politik kritis untuk maju terus dan melintasi jembatan itu dan memutuskan membuat bom." Selama bertahun-tahun, komunitas internasional telah mencoba untuk meyakinkan Iran untuk mengakhiri program pengayaan uranium, namun tidak berhasil. Uranium dengan kandungan rendah dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, namun uranium yang sangat dikayakan merupakan bagian integral dari bom nuklir. Dua putaran negosiasi internasional tahun ini gagal menghasilkan kemajuan apa pun. Dalam upaya menekan Iran untuk mengakhiri program pengayaan uraniumnya, Dewan Keamanan PBB telah memberlakukan sanksi untuk Iran. Sebagai tambahan, beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, telah memberlakukan langkah-langkah sendiri, misalnya, dengan menarget industri minyak dan sektor keuangan Iran. Mantan Duta Besar AS Ryan Crocker, yang pernah bertugas antara lain di Irak, Afghanistan, Pakistan dan Suriah, menyebut sanksi sebagai pedang bermata dua. "Saya melihat sanksi itu bisa dimanipulasi oleh rezim yang manipulatif dan otokratik seperti Irak, sehingga rezim itu tidak menderita, tapi masyarakat menderita," ujar Crocker. "Hal itu jelas bukan tujuan kita." Meski Walsh mengatakan sanksi-sanksi memiliki tempat tersendiri, ia mempertanyakan apakah hal itu dapat mencapai tujuan. "Pada akhirnya, apakah mereka baik atau buruk tidak begitu masalah," ujarnya. "Pertanyaannya, apakah kita mencapai tujuan kebijakan kita? Apakah program nuklir Iran ditutup? Atau berkurang ukurannya?" "Sayangnya, jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah 'tidak'," ujar Walsh. "Dan kita dapat melanjutkan hal yang sama berulang-ulang dan terus gagal berulang-ulang, atau kita dapat mencoba memikirkan ulang apa yang kita lakukan dan mencoba untuk benar-benar mencapai tujuan itu." Beberapa analis, termasuk Crocker dan Walsh, yakin cara untuk bergerak maju adalah dengan melibatkan Iran dalam negosiasi-negosiasi. Duta Besar Crocker, yang telah bernegosiasi dengan pihak Iran, mengatakan bahwa bahkan pembicaraan yang gagal pun dapat memberikan hasil-hasil positif. “Negosiasi-negosiasi bukan hanya untuk mendapatkan kata 'ya,' terutama dengan negara yang kompleks, canggih dan seringkali terlihat buram seperti Iran," ujarnya. “Jika ada kesepakatan, itu baik. Tapi jika ada kata 'tidak', karena mereka tidak kenal kompromi, maka Anda akan berada di posisi yang lebih kuat untuk apapun yang terjadi setelahnya." Seiring persiapan Iran untuk memilih presiden baru Jumat ini, Walsh mengatakan periode pasca-pemilu memberikan kesempatan baik untuk kemajuan terkait nuklir. “Jika pemilihan umum berjalan lancar," ujarnya, "akan ada celah kesempatan setelah pemilihan presiden dan sebelum akhir masa jabatan Presiden Obama, sehingga jika ada pihak-pihak yang ingin menyelesaikan sesuatu, saat itulah waktu yang tepat." Namun, baik Walsh dan Crocker mengatakan pemerintah di Washington dan Tehran harus mematahkan siklus ketidakpercayaan di antara mereka untuk secara serius mengatasi masalah-masalah seperti kecurigaan akan niat Iran mengembangkan senjata-senjata nuklir. (VOA/Andre de Nesnera)

Kamis, 06 Juni 2013

Prabowo tegaskan jangan biarkan maling jadi pemimpin


Ambon (SAMO News) -- "Jangan biarkan maling menjadi pemimpin kalian", kata Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat kampanye akbar pasangan Cagub - Cawagub Maluku periode 2013-2018 Abdullah Tuasikal - Hendrik Leiwerissa, di lapangan Merdeka Ambon, Jumat pagi. Menurut Prabowo, dengan tidak memilih maling sebagai pemimpin Maluku, maka uang rakyat tidak akan dikorupsi melainkan akan digunakan untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat. Pemimpin yang baik yang mementingkan rakyatnya. Sesuai dengan asas demokrasi, yakni pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat sendiri, maka diharapkan rakyat mampu memilih pemimpinnya dengan benar. "Demokrasi adalah kepemimpinan rakyat, jadi jangan sampai kalian salah pilih karena itu akan menentukan nasib kalian sendiri," ucapnya. Tidak hanya mengajak masyarakat agar memilih pemimpin yang jujur dan bersih, dalam orasi politiknya Prabowo juga menyarankan masyarakat Maluku memilih Tuasikal-Leiwerissa (TULUS) pada pilkada 11 Juni mendatang. "Saya datang ke Ambon untuk memberikan dukungan kepada pasangan cagub - cawagub pilihan kita, bapak Abdullah Tuasikal dan Hendrik Leiwerissa. Mari sama-sama kita dukung mereka dengan mencoblos nomor urut 1," katanya. Selain berorasi, Prabowo juga mempraktekkan cara pencoblosan kertas suara kepada pendukung pasangan TULUS dengan mencoblos baliho kertas suara berukuran 1x1 meter, menggunakan tombak kayu. Sementara itu Abdullah Tuasikal menyatakan dirinya bersama Hendrik Leiwerissa akan membawa Maluku ke arah yang lebih baik antara lain dengan membentuk pemerintahan yang bersih dari kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). "Beta minta kepada para pegawai negeri (PNS) untuk mari katong sama-sama bekerja dengan baik demi masa depan Maluku yang lebih baik dan sejahtera," katanya. Abdullah Tuasikal sebelumnya adalah Bupati Maluku Tengah dua periode (2002-2007 dan 2007-2012), sementara Hendrik Leiwerissa adalah Ketua DPD Maluku. Pasangan ini didukung selain Partai Gerindra, Hanura dan sejumlah partai kecil lain di Maluku. Pilkada Maluku 2013 diselenggarakan untuk memilih pengganti Gubernur Karel Albert Ralahalu dan Wakil Gubernur Said Assagaff yang akan berakhir masa jabatannya pada 15 September mendatang.

Israel akan Bereaksi Jika Konflik Suriah Ancam Keamanan Israel

YERUSALEM SAMO News -— Pertempuran antara pemberontak Suriah dan pasukan pemerintah di dekat perbatasan gencatan senjata Suriah dengan Israel dan di sepanjang perbatasan Suriah dengan Lebanon, telah meningkatkan kekhawatiran Israel bahwa konflik Suriah semakin dekat. Pasukan Israel di Dataran Tinggi Golan hari Kamis (6/6) mengamati dengan seksama ketika pasukan pemerintah Suriah dan pemberontak bertempur untuk menguasai kawasan di perbatasan gencatan senjata di sisi Suriah yang memisah Suriah dari Israel . Ini satu peringatan lagi bagi bangsa Israel betapa konflik di Suriah sudah semakin dekat ke Israel. Meluasnya konflik Suriah telah menimbulkan kekhawatiran Israel tentang keamanan di sepanjang perbatasannya, sebagaimana disampaikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pekan ini. Netanyahu mengatakan, Timur Tengah sedang mengalami saat yang sangat sensitif – pergolakan, revolusi dan banyak perubahan. Ia menambahkan Israel tidak berniat terlibat dalam konflik-konflik ini tetapi siap mencegah ancaman apapun terhadap keamanan Israel. Roket dan tembakan dari pertempuran antara pemberontak Suriah dan pasukan pemerintah telah beberapa kali mengenai Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel, dan membuat Israel membalasnya. Sebagai tambahan, pesawat-pesawat Israel menyerang perlengkapan senjata yang tengah berada di Suriah yang menurut Israel ditujukan kepada gerakan Hezbollah Libanon. . Israel menganggap Hezbollah organisasi teroris. Presiden Suriah Bashar Al Assad dalam wawancara pekan ini dengan stasiun televisi Al Manar milik Hezbollah mengatakan bahwa Suriah akan membalas jika diserang Israel. Assad mengatakan, Suriah telah menanggapi secara langsung beberapa serangan Israel pada masa lalu, dan ini tergantung pada sikap masyarakat. Ia menambahkan jelas ada tekanan rakyat pada pemerintah Suriah untuk melancarkan gerakan perlawanan di Dataran Tinggi Golan. Seorang analis dari Institute for National Security Studies di Tel Aviv – Bernadetta Berti – mengatakan meskipun konflik Suriah tidak menimbulkan dampak luas pada Israel, keamanan di Dataran Tinggi Golan menjadi keprihatinan. “Ada kekhawatiran bahwa daerah perbatasan di Dataran Tinggi Golan akan semakin tidak stabil, tidak terkendali dan menjadi magnet bagi para pejuang asing, pelaku jihad atau sekedar militan pada umumnya yang mungkin memiliki agenda bermusuhan terhadap Israel,” ujar Berti. Pihak berwenang Israel terutama sangat khawatir pada persenjataan canggih atau senjata-senjata kimia yang mungkin jatuh ke tangan Hizbullah atau kelompok-kelompok Islamis lainnya. Israel mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan ini terjadi dan pesawat-pesawat tempurnya dikabarkan telah menyerang persenjataan semacam itu di Suriah, pada beberapa kesempatan tahun ini. Israel mengatakan pihaknya juga akan bereaksi jika Rusia mengirim misil pertahanan udara S-300 ke Suriah seperti yang dijanjikannya.

Militer Nigeria Bawa Wartawan Keliling Kota Maiduguri yang Rawan

Maiduguri, Nigeria SAMO News -- Pertempuran terus-menerus antara pemerintah Nigeria dengan ekstrimis Islam di bagian timur laut negara itu hampir merupakan perang bayangan, sementara rincian pertempuran itu tetap samar-samar bahkan setelah militer mengundang para wartawan ke garis depan. Hari Kamis (6/6), pihak militer membawa para wartawan berkeliling dalam mobil di Maiduguri, tempat kelahiran pemberontakan separatis Islam di negara itu. Penduduk berada di luar rumah dan toko-toko buka. Tetapi bekas luka dari hampir tiga tahun pemberontakan masih terlihat dari toko-toko yang dibakar oleh tentara, sebuah hotel besar yang dibom dan tanggul-tanggul dengan karung-karung berisi pasir tempat berlindung tentara yang mengarahkan senapan mesin berat ke arah kendaraan yang lewat. Meski militer menyajikan pandangan optimis tentang keberhasilan yang mereka capai sejak presiden Nigeria mengumumkan keadaan darurat 14 Mei di tiga negara bagian, para pejabat terus menolak memberikan rincian mengenai pertempuran yang terus berlangsung itu.
 
Posts RSSComments RSSKembali Berita diatas
Copyright © SAMO TO DAY ∙ Templated oleh Sobrie Sang Hamba